Faktor Penyebab Melakukan Aborsi

 

klinik raden saleh, penyebab aborsi

 

Banyak remaja di kota-kota besar yang telah melakukan hubungan seks pra nikah. Karena minimnya pendidikan seks serta kurangnya pengawasan dan pengarahan dari orang tua menyebabkan banyak remaja kita terjerumus ke dalam hubungan bebas ala negara barat. Hubungan bebas mengakibatkan kehamilan yang pada ujungnya adalah tindakan aborsi. 
 
Kehamilan yang tidak diinginkan tersebut membuat remaja bingung, antara malu dan takut pada orangtua. Kebanyakan remaja akan mencoba melakukan aborsi dengan minum obat-obat penggugur kandungan seperti obat terlambat haid dan kombinasi misoprostol dan mifeprex (bahaya obat aborsi). Penggunaan obat memang lebih mudah namun jika dilakukan tanpa pengawasan dokter bisa membahayakan jiwa.
Remaja juga akan mendatangi dukun beranak yang mau membantu untuk aborsi. Terkadang mereka juga asal minta bantuan oknum yang belum tentu paham tentang ilmu kesehatan dan kandungan. Padahal aborsi tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang.
Maka tindakan aborsi pun tidak bisa tuntas bahkan membahayakan jiwa seperti berikut ini;
  1. Komplikasi paska aborsi bisa saja terjadi, seperti terjadinya pendarahan. Pendarahan yang tidak segera ditangani bisa mengakibatkan kematian.
  2. Aborsi yang tidak tuntas juga akan menyisakan jaringan yang tertinggal di rahim yang kelak akan menyebabkan berbagai penyakit reproduksi seperti kanker rahim, kanker leher rahim, rusaknya rahim , dan lain sebagainya.
  3. Tindakan aborsi tidak sesuai prosedur medis; penggunaan alat yang tidak steril akan mengakibatkan infeksi.
Melihat begitu beragamnya dampak negatif jika pelaku aborsi melakukan aborsi di tempat-tempat yang tidak jelas maka kita menyadari bahwa adanya klinik Raden Saleh di Indonesia bagaimana pun tetap memberi dampak positif. Meskipun klinik aborsi ilegal sekali pun, tindakan aborsi tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti dokter atau bidan. Dengan begitu mereka akan tetap melakukan tindakan sesuai prosedur medis.
Pendapat mengenai sisi positif klinik aborsi ini bukan berarti kita menyatakan persetujuan atau menyatakan dukungan dengan adanya tindakan aborsi ilegal dan adanya klinik aborsi ilegal di Indonesia. Kita hanya bermaksud mengatakan bahwa di balik sisi negatif klinik aborsi tetap ada sisi positifnya, namun bagaimana pun sisi negatifnya tetap lebih banyak. 
Seharusnya pemerintah harus melakukan tindakan secara langsung pada sumber masalahnya yaitu pergaulan bebas. Bukan hanya memberantas klinik aborsi ilegal atau menangkap para pelaku aborsi namun melakukan upaya agar pergaulan bebas jangan menjadi “trend” di kalangan remaja. 
Beberapa waktu lalu seorang pakar pendidikan pernah menyatakan bahwa pendidikan seks akan dimasukkan ke dalam salah satu kurikulum pelajaran di sekolah menengah. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya free sex di kalangan remaja. Dengan adanya pendidikan seks di sekolah, para remaja akan mengetahui apa akibatnya jika mereka melakukan free sex pra nikah, terlebih bagi remaja putri. Usulan tersebut seharusnya benar-benar dilaksanakan, jangan hanya menjadi sebuah wacana dunia pendidikan saja sehingga ke depan aborsi di kalangan remaja tidak terjadi lagi.
Posting oleh: Klinik Raden Saleh